Selasa, 11 November 2014

artikel



Filsafat (filos=cinta,sophia=kebijaksana). Berati  filsafat adalah cinta kebijaksanaan.
Sedangkan arti administrasi adalah keseluruhan kerjasama antara satu dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Kita dicetak menjadi seorang leader,dengan berkompetensi  kepemimpinan dengan nilai lebih pada Filsafat Kepimpinan yang didasarkan pada toeri sifat sifat pemimpin dengan harapan beraplikasi pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada keterkaitan baik emosional maupun kontigensi tujuan baik  individu mau pun organisasi, melalui proses tingkat kematangan  kompetensi yang ditunjang motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam sistem kepimimpinan.
 Untuk membentuk pemimpin  yang beretika, bemoral dan berbudi pekerti baik,dan memiliki harkat dan martabat tidak terlepas dari pendidikan karakter. Banyak alasan mengapa  pendidikan karakter  masih merupakan perioritas pendidikan. Hal itu disebabkan  karena pendidikan karakter  mempengaruhi kepala (pengetahuan pola pikir,pola sikap,dan pola tindakan serta kacerdasan), hati (motivasi dan emosi),dan tangan (perilaku dan keterampilan). Disisi lain pendidikan karaker dapat meningkatkan kinerja akademik, sama halnya dengan toeri Y cenderung menyukai toeri demokratik, seseorang akan bekerja dengan sendirinya  tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya . Tipe manusia Y ini adalah orang yang sudah menyadari tugas dan tanggungjawab.  Sedangkan toeri X perlu dikontugastrol ,motivasi dirangsang dari luar untuk lebih kreatif,menyadari tugas dan tanggungjawabnya.  
Toeri pilihan LEADERSHIP                                                                                                                                                   
Sikap dan perilaku yang dilakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan  sehari hari adalah awal dari bagaimana memposisikan diri sebagai  seorang pemimpin yag memimpin diri sendiri. Dalalm hal ini, bagaiman kesanggupan untuk manajemen waktu dalam kegiatan seharian,memprioritaskan tujuan utama yang dilakukan. Selain manajemen waktu, perilaku yang komitmen sebagai seorang pemimpin dalam hal ini menjadi pemimpin untuk diri sendiri sebelum memimpin sebuah organisasi,dan  harus bisa menyadari bahwa walaupun diri sendiri yang dipimpin, paling tidak bisa menempatkan diri secara benar dalam kehidupan bersosial. Dalam arti memperhatikan dan menjalankan norma norma yang ada dalam kehidupan bersosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar